Rabu, 17 Januari 2018

Artificial Intellegence (Kecerdasan Buatan) dan Expert System (Sistem Pakar)




A.      Artificial Intelegence
Artificial intelligence merupakan sebuah tren perkembangan teknologi mutakhir, bahkan memegang peranan kunci dalam perkembangan teknologi. Pemikiran tentang artificial intelligence berawal   dari sebuah filosofi bahwa kecerdasan manusia dapat diterapkan dalam teknologi (Arhami, 2005).
Menurut Simon (1987), artificial intelligence merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas
Artificial intelligence merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich & Knight, 1991).
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa artificial intelligence merupakan suatu ilmu terapan yang dapat membuat komputer melakukan sesuatu dengan baik seperti yang dapat dilakukan oleh manusia.

B.        Expert System
Dalam perkembangannya, artificial intelligence dapat dikelompok-kan menjadi beberapa bagian, salah satunya adalah expert system. Menurut Martin dan Oxman (dalam Arhami, 2005), expert system adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah, yang biasanya hanya dapat diselesaikan oleh seorang pakar dalam bidang tertentu.
Menurut Ignizio (dalam Arhami, 2005), expert system merupakan bidang yang dicirikan oleh sistem berbasis pengetahuan (knowledge base system) yang memungkinkan adanya komponen untuk berpikir dan mengambil kesimpulan dari sekumpulan kaidah.
Adapun menurut Giarratano dan Riley (dalam Arhami, 2005), expert system adalah salah satu cabang kecerdasan buatan yang menggunakan pengetahuan-pengetahuan khusus yang dimiliki oleh seorang ahli untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa expert system yaitu sistem yang berusaha mengapdosi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.

1.    Komponen Utama Expert System
         Menurut Kusrini (2008), sebuah expert system memiliki dua komponen utama, yaitu:
a.    Basis pengetahuan
Basis pengetahuan merupakan tempat penyimpanan pengetahuan dalam memori komputer, dimana pengetahuan ini diambil dari pengetahuan pakar. Ada banyak cara untuk merepresentasikan pengetahuan, diantaranya adalah logika, jaringan semantik, object-atribut-value (OAV), bingkai (frame), dan production rule.
b.   Mesin inferensi
Mesin inferensi merupakan otak dari aplikasi expert system. Bagian inilah yang menuntun user untuk memasukkan fakta sehingga diperoleh suatu kesimpulan. Apa yang dilakukan oleh mesin inferensi ini didasarkan pada pengetahuan yang ada dalam basis pengetahuan.

C.      Hubungan Artificial Intellegence dan Expert System
Expert system ialah suatu metode artificial intelligence yang berguna untuk meniru cara berpikir dan penalaran seorang ahli dalam mengambil keputusan berdasarkan situasi yang ada. Expert system juga merupakan paket perangkat lunak atau paket program komputer yang disediakan untuk membantu memecahkan masalah di bidang-bidang tertentu, seperti sains, pendidikan, kesehatan, perekayasaan matematika, dan sebagainya. Sebuah expert system dapat memproses sejumlah besar informasi yang diketahui dan menyediakan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan informasi-informasi tersebut. Expert system bertujuan untuk membuat keputusan yang lebih cepat daripada pakar. Expert system dapat sama atau bahkan dapat melebihi kepakaran manusia, setidaknya dalam konsistensi.

D.      Contoh Kontribusi Artificial Intellegence dan Expert System
          Dinda adalah seorang mahasiswa psikologi Universitas R yang sedang menyusun tugas akhir (skripsi). Judul penelitian yang ia ajukan ialah Kebersyukuran (Gratitude) Pada Anak Jalanan. Sehingga untuk memenuhi tugas akhir tersebut Dinda harus mengumpulkan data mengenai kebersyukuran yang dirasakan oleh anak jalanan. Dinda pun merancang sebuah alat ukur kebersyukuran untuk mendapatkan data tersebut. Setelah mendapatkan data mengenai anak jalanan, ia mengolah semua informasi yang diperlukan menggunakan program aplikasi SPSS untuk mengetahui validitas dan reliabilitas alat ukur tersebut, serta hasil kebersyukuran anak jalanan. Sehingga melalui hasil yang didapatkan dari program SPSS tersebut, Dinda dapat menyimpulkan seberapa besar kebersyukuran yang dirasakan oleh anak jalanan.
          Dalam hal ini, program SPSS dan rumus/langkah-langkah yang Dinda jalankan untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas alat ukur, serta hasil kebersyukuran yang dirasakan oleh anak jalanan merupakan contoh kontribusi dari artificial intellegence dan expert system.





DAFTAR PUSTAKA

Arhami, Muhammad. (2005). Konsep dasar sistem pakar. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Kusrini. (2008). Aplikasi sistem pakar menentukan faktor kepastian pengguna dengan metode kuantifikasi pertanyaan. Yogyakarta: C.V. Andi Offset.

Rich, E., Knight, K. (1991). Artificial intellegence: second edition. New York: McGraw- Hill.

Simon, H. A. (1987). Sistem pakar teori dan aplikasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar