A.
Artificial Intelegence
Artificial
intelligence merupakan sebuah tren perkembangan
teknologi mutakhir, bahkan memegang peranan kunci dalam perkembangan teknologi.
Pemikiran tentang artificial intelligence berawal dari
sebuah filosofi bahwa kecerdasan manusia dapat diterapkan dalam teknologi (Arhami,
2005).
Menurut Simon
(1987), artificial intelligence
merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan
pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia
adalah cerdas
Artificial
intelligence merupakan sebuah studi tentang
bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan
lebih baik oleh manusia (Rich & Knight, 1991).
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa artificial
intelligence merupakan suatu ilmu terapan yang dapat membuat komputer melakukan
sesuatu dengan baik seperti yang dapat dilakukan oleh manusia.
B.
Expert
System
Dalam perkembangannya, artificial
intelligence dapat
dikelompok-kan menjadi beberapa bagian, salah satunya adalah expert system. Menurut Martin dan Oxman
(dalam Arhami, 2005), expert system adalah
sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik
penalaran dalam memecahkan masalah, yang biasanya hanya dapat diselesaikan oleh
seorang pakar dalam bidang tertentu.
Menurut Ignizio (dalam Arhami, 2005), expert system merupakan bidang yang dicirikan oleh sistem berbasis
pengetahuan (knowledge base system) yang memungkinkan adanya komponen
untuk berpikir dan mengambil kesimpulan dari sekumpulan kaidah.
Adapun menurut Giarratano dan Riley (dalam Arhami, 2005), expert system adalah salah satu cabang
kecerdasan buatan yang menggunakan pengetahuan-pengetahuan khusus yang dimiliki
oleh seorang ahli untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat
disimpulkan bahwa expert system yaitu
sistem
yang berusaha mengapdosi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat
menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
1. Komponen Utama Expert System
Menurut Kusrini (2008), sebuah expert
system memiliki dua komponen utama, yaitu:
a.
Basis
pengetahuan
Basis pengetahuan merupakan
tempat penyimpanan pengetahuan dalam memori komputer, dimana pengetahuan ini
diambil dari pengetahuan pakar. Ada banyak cara untuk merepresentasikan
pengetahuan, diantaranya adalah logika, jaringan semantik, object-atribut-value (OAV), bingkai (frame), dan production rule.
b.
Mesin
inferensi
Mesin inferensi merupakan
otak dari aplikasi expert system.
Bagian inilah yang menuntun user
untuk memasukkan fakta sehingga diperoleh suatu kesimpulan. Apa yang dilakukan
oleh mesin inferensi ini didasarkan pada pengetahuan yang ada dalam basis
pengetahuan.
C. Hubungan Artificial Intellegence dan Expert
System
Expert system ialah
suatu metode artificial intelligence yang berguna untuk meniru cara
berpikir dan penalaran seorang ahli dalam mengambil keputusan berdasarkan
situasi yang ada. Expert system juga merupakan
paket perangkat lunak atau paket program komputer yang disediakan untuk
membantu memecahkan masalah di bidang-bidang tertentu, seperti sains,
pendidikan, kesehatan, perekayasaan matematika, dan sebagainya. Sebuah expert
system dapat memproses sejumlah besar informasi yang
diketahui dan menyediakan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan informasi-informasi
tersebut. Expert system bertujuan untuk
membuat keputusan yang lebih cepat daripada pakar. Expert system dapat
sama atau bahkan dapat melebihi kepakaran manusia, setidaknya dalam
konsistensi.
D.
Contoh
Kontribusi Artificial Intellegence
dan Expert System
Dinda adalah seorang mahasiswa psikologi
Universitas R yang sedang menyusun tugas akhir (skripsi). Judul penelitian yang
ia ajukan ialah Kebersyukuran (Gratitude)
Pada Anak Jalanan. Sehingga untuk memenuhi tugas akhir tersebut Dinda harus
mengumpulkan data mengenai kebersyukuran yang dirasakan oleh anak jalanan.
Dinda pun merancang sebuah alat ukur kebersyukuran untuk mendapatkan data
tersebut. Setelah mendapatkan data mengenai anak jalanan, ia mengolah semua
informasi yang diperlukan menggunakan program aplikasi SPSS untuk mengetahui
validitas dan reliabilitas alat ukur tersebut, serta hasil kebersyukuran anak
jalanan. Sehingga melalui hasil yang didapatkan dari program SPSS tersebut,
Dinda dapat menyimpulkan seberapa besar kebersyukuran yang dirasakan oleh anak
jalanan.
Dalam hal ini, program SPSS dan rumus/langkah-langkah
yang Dinda jalankan untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas alat ukur,
serta hasil kebersyukuran yang dirasakan oleh anak jalanan merupakan contoh
kontribusi dari artificial intellegence
dan expert system.
DAFTAR
PUSTAKA
Arhami,
Muhammad. (2005). Konsep dasar sistem pakar. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Kusrini.
(2008). Aplikasi sistem pakar menentukan faktor kepastian pengguna
dengan metode kuantifikasi pertanyaan. Yogyakarta: C.V. Andi Offset.
Rich, E.,
Knight, K. (1991). Artificial intellegence: second edition. New York:
McGraw- Hill.
Simon, H. A.
(1987). Sistem pakar teori dan aplikasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.