A. Pengertian Sistem Informasi
Berbasis Komputer / Computer Based
Information System (CBIS)
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau
Computer Based Information System
(CBIS) merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang
berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. CBIS
mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem
pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem
informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan
akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
Secara teori, penerapan sebuah
sistem informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya.
Tetapi, pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu
dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem informasi yang
akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan
informasi yang berbasis pada komputer. Beberapa istilah yang terkait dengan
CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis
komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut.
1.
Data
Menurut
berbagai kamus bahasa Inggris-Indonesia (dalam Satria, 2012), data diterjemahkan
sebagai istilah yang berasal dari kata “datum” yang berarti fakta atau
bahan-bahan keterangan.
Dari sudut
pandang bisnis, pengertian data bisnis merupakan deskripsi organisasi tentang suatu
sumber daya dan kejadian (transaksi) yang terjadi (dalam Satria, 2012). Pengertian
yang lain (dalam Satria, 2012) mengatakan bahwa data merupakan deskripsi dari
sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.
Berdasarkan
pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa data merupakan kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan
digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.
2.
Informasi
Menurut
Cushing (dalam Satria, 2012), informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan
hasil pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang
menerimanya Sedangkan Davis
(dalam Satria, 2012) menyebut informasi sebagai data yang telah diolah menjadi
bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat
dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan. Adapun menurut Dearden dan Anthony (dalam Satria, 2012),
informasi ialah suatu kenyataan, data, maupun item yang menambah pengetahuan
bagi penggunanya. Informasi menurut Simkin dan Moscove
(dalam Satria, 2012) dalam merupakan kenyataan atau bentuk-bentuk yang
berguna yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis.
Berdasarkan
keempat pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan
hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang
menerimanya serta menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat
digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.
3.
Sistem
Informasi
Menurut
Satria (2012), sistem informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan
integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu
menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan
manajemen yang membutuhkannya.
4.
Basis
Komputer
Sistem
informasi berbasis komputer mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan
penting dalam sebuah sistem informasi (Satria, 2012). Secara teori, penerapan
sebuah sistem informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam
kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat
kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem
Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan
istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis
pada komputer.
B. Evolusi
Sistem Informasi
Berbasis Komputer / Computer Based
Information System (CBIS)
1. Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
Sistem pemrosesan transaksi merupakan jenis sistem yang pertama kali di
impelementasikan. Fokus utama sistem ini adalah pada data transaksi sistem
informasi yang digunakan untuk menghimpun, menyimpan, dan memproses data
transaksi, serta seringkali mengendalikan keputusan yang merupakan bagian dari
transasksi. Misalnya yang mengendalikan keputusan adalah sistem pemrosesan
transaksi yang sekaligus dapat memvalidasi keabsahan kartu kredit atau
mencarikan rute pesawat terbang yang terbaik sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Nama
aplikasi akuntansi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data
elektronik (EDP), kemudian berubah menjadi Data Prosesing (DP) dan Sistem
Informasi Akuntansi (SIA).
Sistem
Informasi Akuntansi (SIA) melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan. Aplikasi
ini ditandai dengan volume pengolahan
data yang tinggi, dimana pengolahan data terdiri dari 4 tugas
utama, yaitu pengumpulan data, manipulasi data, penyimpanan data, dan penyiapan
dokumen.
Sistem
Informasi Akuntansi (SIA) merupakan suatu sistem yang bertugas mengumpulkan
data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi
informasi, serta menyediakan informasi bagi pemakai didalam maupun diluar
perusahaan. SIA adalah satu-satunya CBIS yang bertanggungjawab memenuhi
kebutuhan informasi di luar perusahaan. SIA bertanggungjawab memenuhi kebutuhan
informasi bagi tiap-tiap elemen lingkungan.
2.
Fokus
Informasi (SIM - Sistem Informasi Manajemen)
Tahun 1964 diperkenalkan satu
generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer.
Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk
mendukung peralatan baru tersebut. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer
harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep
ini segera diterima oleh perusahaan besar karena dengan adanya menajemen
informasi, perusahaan akan mudah mendapatkan informasi yang akurat dan tepat
guna mendukung dalam pengambilan keputusan dalam perusahaan tersebut. Adapun fungsi dari sistem informasi
manajemen, yaitu sebagai berikut :
a)
Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan
akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya perantara sistem informasi.
b) Menjamin
tersedianya kualitas
dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
c) Mengembangkan
proses perencanaan yang
efektif.
d) Mengidentifikasi
kebutuhan-kebutuhan akan
keterampilan pendukung sistem informasi.
e) Menetapkan
investasi yang akan
diarahkan pada sistem informasi.
f) Memperbaiki
produktivitas dalam
aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
g) Bank menggunakan sistem informasi untuk
mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan
transaksi yang terjadi.
h) Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk
mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan
jenis barang yang tersedia.
3.
Fokus
Pada Pendukung Keputusan (SPK – Sistem Penunjang Keputusan)
Sistem
pendukung keputusan (decision support systems disingkat DSS)
adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem
berbasis manajemen pengetahuan) yang dipakai untuk mendukung pengambilan
keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan
sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil
keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut
Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan
mendukung analisis ad hoc data dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan,
orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak
biasa.Berikut merupakan tahapan SPK:
a) Definisi masalah
b)
Pengumpulan
data atau elemen informasi yang relevan
c)
pengolahan
data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
d)
menentukan
alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)
Adapun
tujuan dari SPK ialah membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur, mendukung
manajer dalam mengambil keputusan, dan meningkatkan efektifitas bukan efisiensi
pengambilan keputusan. Dalam pemrosesannya, SPK dapat menggunakan bantuan dari
sistem lain seperti Artificial Intelligence, Expert Systems, Fuzzy Logic, dll.
4. Fokus Pada Komunikasi (Otomatisasi
Kantor)
Pada waktuSistem Penunjang
Keputusan (SPK) berkembang, perhatian juga difokuskan pada Otomatisasi Kantor (Office Automation/OA). Otomatisasi
Kantor memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para
manajer dan pekerja kantor. Otomatisasi
Kantor merupakan sebuah rencana untuk menggabungkan teknologi tinggi melalui
perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan demi meningkatkan produktifitas
pekerjaan.
Asal mula
otomatisasi kantor di awal 1960-an, ketika IBM menciptakan istilah word
processing untuk menjelaskan kegaitan devisi mesin tik listriknya. Bukti
nyata, pada tahun 1964, ketika IBM memasarkan mesin yang disebut Magnetic
Tape/Selectric Typewriter (MT/ST) yaitu mesin ketik yang dapat mengetik
kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik secara otomatis.
Otomatisasi Kantor adalah penggunaan alat elektronik untuk memudahkan
komunikasi formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi
dengan orang-orang di dalam dan di luar perusahaan untuk meningkatkan
produktivitas.
5.
Fokus Konsultasi (Sistem Pakar)
Ide dasar Sistem Pakar
adalah komputer dapat terprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis
yang sama seperti manusia. Sistem Pakar adalah suatu sistem yang berfungsi
sebagai seorang spesialis dalam suatu bidang. Sistem yang menggambarkan segala
macam sistem yang menerapkan kecerdasan buatan untuk pemecahan masalah
dinamakan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-bases sistems).
Sistem Pakar
adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau
lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini
pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan pada dasawarsa
1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum
Sistem Pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang
menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai
suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut.
Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian
tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan
kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu kesimpulan.
Afdillah, Sendy Rahmawati. (2015). Pengertian computer based information system
(CBIS). Diakses 10 November 2017 dari http://sendyrahmawatiafdillah.blogspot.co.id/2015/11/pengertian-computer-based-information.html
Satria, Febrian. (2012). Computer based information system (CBIS)
pengertian CBIS. Diakses 10 November 2017 dari https://febriansatria.wordpress.com/2012/11/07/computer-based-information-system-cbis-pengertian-cbis/