Jumat, 20 November 2015

Pengaruh Internet bagi Perkembangan Anak



Teknologi internet telah menjadi hal lumrah saat ini. Berbagai sektor kehidupan bahkan hampir tidak dapat dipisahkan dari internet. Salah satu yang tidak dapat dihindari adalah penggunaan internet di kalangan anak-anak. Masa anak-anak adalah masa yang paling menentukan dalam proses pertumbuhan psikolo­gis mereka di masa mendatang. Dengan demikian, orangtua perlu bijaksana mengenalkan teknologi ini pada anak agar mereka dapat menggunakan teknologi ini dengan tepat.
Internet memungkinkan anak mengambil dan mengolah ilmu pengetahuan ataupun informasi dari situs-situs yang dikunjunginya tanpa ada batasan jarak dan waktu. Hal ini tentu berpengaruh pada perkembangan anak, antara lain:

1.     Perkembangan kognitif
Melalui internet, seorang anak dapat memperoleh informasi lebih maju, lebih akurat dan cepat. Bagi yang gemar menulis, dapat menuangkan inspirasi dan tulisannya ke dalam situs blog, sehingga tulisannya bisa menjadi informasi atau inspirasi untuk setiap pengguna internet.
Dampak lain ialah jika biasanya dalam menonton televisi penontonnya bersifat pasif, namun tidak dengan internet dan  permainan elektronik. Pengguna internet dan  permainan elektronik sangat bersifat interaktif. Internet dan permainan elektronik diduga dapat merangsang pertumbuhan kecerdasan anak-anak. Selain itu, anak yang kecanduan permainan elektronik bisa menjadi kreatif. Anak tersebut bisa membuat kartun atau menjadi animator kartun dan bisa juga menjadi photograper yang handal.
Selain itu, internet juga memberikan dampak negatif bagi perkembangan kognitif anak. Salah satunya ialah maraknya foto porno dan video porno yang tersebar di internet. Menurut ahli seks Tracey Cox dari kanal Femail dari Dailymail, keseringan menonton video porno akan memperkecil volume otak. Hal ini tentu akan berdampak pada perkembangan kognitif anak.

2.     Perkembangan seksualitas
Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak gambar porno, cerita porno, bahkan sampai video porno dapat di akses dengan mudah melalui internet. Memang banyak yang risih dengan keadaan ini, namun para ahli berpendapat bahwa rangsangan seksual yang diperoleh anak akan mempercepat proses kematangan seksual anak.

3.     Perkembangan sosial
Internet dapat membantu remaja dalam bersosialisasi. Melalui media-media sosial yang dapat di akses dengan internet, remaja menjadi mudah menjalin relasi dengan teman ataupun lawan jenis. Jarak dan waktu tidak lagi menjadi halangan dalam hal komunikasi. Akan tetapi, anak yang kecanduan internet cenderung mengalami penurunan keinginan untuk berkomunikasi secara langsung atau bertatap muka, dengan lingkungan sekitar. Dan tanpa disadari, sebenarnya internet telah membatasi pergaulan seseorang dengan dunia nyata. Anak menjadi sangat selektif dalam memilih teman. Relasi yang sebenarnya dapat berjalan baik apabila dijalankan dikehidupan nyata lebih tersingkirkan oleh adanya media media sosial

4.     Perkembangan moral
Dengan adanya internet, dapat mempengaruhi perkembangan moral anak. Dalam hal positifnya anak dapat mendapat pelajaran lebih dengan adanya social experiment yang dapat dilihat memalui salah satu situs video. Terdapat pembelajaran baru akan lingkungan sekitar untuk perkembangan moral anak. Kemudian, anak juga dapat dengan cepat menumbuhkan jiwa nasionalismenya, karena dengan mudahnya mengakses sejarah kebangsaan baik secara cerita maupun video. Namun terdapat juga dampak negatif yang dapat mempengaruhi moral anak. Dampak negatif terbesar dari internet adalah konten seronok atau porno, saat ini sangat mudah untuk mengakses situs apa saja di internet, yang sangat dikhawatirkan situs tersebut dilihat oleh anak di bawah umur dan remaja yang masih labil. Hal yang tidak pantas dilihat oleh anak di bawah umur, malah mereka jadikan tontonan yang seru. Tanpa mereka sadari bahwa yang mereka tonton itulah penyebab utama sering terjadinya pelecehan seksual dikalangan anak. Mirisnya, belakangan ini sering ditemui video porno yang pelakunya adalah anak-anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar