Teknologi
internet telah menjadi hal
lumrah saat ini. Berbagai sektor kehidupan bahkan hampir tidak dapat dipisahkan
dari internet. Salah satu yang
tidak dapat dihindari adalah penggunaan internet di kalangan
anak-anak.
Masa anak-anak adalah masa yang
paling menentukan dalam proses pertumbuhan psikologis mereka di masa
mendatang. Dengan demikian, orangtua perlu bijaksana mengenalkan teknologi ini pada
anak
agar mereka dapat menggunakan teknologi ini dengan tepat.
Internet
memungkinkan anak mengambil dan mengolah ilmu pengetahuan ataupun informasi
dari situs-situs yang dikunjunginya tanpa ada batasan jarak dan waktu. Hal ini tentu
berpengaruh pada perkembangan anak, antara lain:
1.
Perkembangan kognitif
Melalui
internet, seorang anak dapat memperoleh informasi lebih maju,
lebih akurat dan cepat. Bagi yang gemar menulis, dapat menuangkan inspirasi dan
tulisannya ke dalam situs blog, sehingga tulisannya bisa menjadi informasi atau
inspirasi untuk setiap pengguna internet.
Dampak
lain ialah jika biasanya dalam menonton televisi penontonnya bersifat pasif,
namun tidak dengan internet dan permainan elektronik.
Pengguna internet dan permainan elektronik sangat bersifat interaktif. Internet dan permainan elektronik diduga
dapat merangsang pertumbuhan kecerdasan anak-anak. Selain itu, anak
yang kecanduan permainan elektronik bisa menjadi kreatif. Anak tersebut bisa
membuat kartun atau menjadi animator kartun dan bisa juga menjadi photograper
yang handal.
Selain itu, internet juga memberikan dampak negatif
bagi perkembangan kognitif anak. Salah satunya ialah maraknya foto porno dan
video porno yang tersebar di internet. Menurut ahli seks Tracey Cox dari kanal
Femail dari Dailymail, keseringan menonton video porno akan memperkecil volume
otak. Hal ini tentu akan berdampak pada perkembangan kognitif anak.
2.
Perkembangan
seksualitas
Tidak
dapat dipungkiri bahwa banyak gambar porno, cerita porno, bahkan sampai video
porno dapat di akses dengan mudah melalui internet. Memang banyak yang risih
dengan keadaan ini, namun para ahli berpendapat bahwa rangsangan seksual yang
diperoleh anak akan mempercepat proses kematangan seksual anak.
3.
Perkembangan sosial
Internet
dapat membantu remaja dalam bersosialisasi. Melalui media-media sosial yang
dapat di akses dengan internet, remaja menjadi mudah menjalin relasi dengan
teman ataupun lawan jenis. Jarak dan waktu tidak lagi menjadi halangan dalam
hal komunikasi. Akan tetapi, anak yang kecanduan internet cenderung mengalami
penurunan keinginan untuk berkomunikasi secara langsung atau bertatap muka,
dengan lingkungan sekitar. Dan tanpa disadari, sebenarnya internet telah
membatasi pergaulan seseorang dengan dunia nyata. Anak menjadi sangat
selektif dalam memilih teman. Relasi yang sebenarnya dapat berjalan baik
apabila dijalankan dikehidupan nyata lebih tersingkirkan oleh adanya media
media sosial
4.
Perkembangan moral
Dengan adanya internet, dapat mempengaruhi perkembangan
moral anak. Dalam hal positifnya anak dapat mendapat pelajaran lebih dengan
adanya social experiment yang dapat
dilihat memalui salah satu situs video. Terdapat pembelajaran baru akan
lingkungan sekitar untuk perkembangan moral anak. Kemudian, anak juga dapat dengan cepat menumbuhkan
jiwa nasionalismenya, karena dengan mudahnya mengakses sejarah kebangsaan baik
secara cerita maupun video. Namun terdapat juga dampak negatif yang dapat
mempengaruhi moral anak. Dampak negatif terbesar
dari internet adalah konten seronok atau porno, saat ini sangat mudah untuk
mengakses situs apa saja di internet, yang sangat dikhawatirkan situs tersebut
dilihat oleh anak di bawah umur dan remaja yang masih labil. Hal yang tidak
pantas dilihat oleh anak di bawah umur, malah mereka jadikan tontonan yang
seru. Tanpa mereka sadari bahwa yang mereka tonton itulah penyebab utama sering
terjadinya pelecehan seksual dikalangan anak. Mirisnya, belakangan ini sering
ditemui video porno yang pelakunya adalah anak-anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar